Buku Non Teknik
ISLAMISASI DI KERAJAAN LAIKANG ABAD XVII M
Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, Kerajaan Laikang sebelum
masuk Islam masih banyak menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.
Kedua, Kedatangan Islam di laikang hampir sama dengan semua kerajaan yang
ada di sulawesi. Sebagai bagian dari naungan Kerajaan Gowa Kerajaan Laikang
masuk Islam pasca Kerajaan Gowa masuk Islam ini merupakan pola islamisasi
“top-down” ketika Raja sudah memeluk Islam maka wajib untuk memeluk
agama yang sesuai dengan Raja. Ketiga, Perkembangan Islam di Kerajaan
Laikang sangat erat kaitannya dengan kedatangan Sayyed Jalaluddin yang
membawa syiar Islam dan sampai dengan saat ini kegiatan-kegiatan keagamaan
masih dilaksanakan yaitu “Maudu Lompoa”. Keempat, Kondisi Kerajaan Laikang
dari berbagai aspek. Kondisi politik, sistem pemerintahan atau politik di Kerajaan
Laikang terpusat kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi yang
terhimpun dalam Konfederasi turatea yang memiliki sistem pemerintahan
tersendiri. Kondisi sosial budaya, masyarakat Kerajaan Laikang pada dasarnya
sangat signifikan karena keterkaitan masyarakat lokal dengan hadirnya Islam
sehingga terjadi dialektik dan sinkretisme kemudian melahirkan identitas yang
diadopsi dari ajaran Islam. Kondisi agama dan kepercayaan masyarakat Laikang
pada awalnya menganut kepercayaan animisme dan dinamisme yang terpusat
pada dewata sewae .
Tidak tersedia versi lain