Buku Non Teknik
Perjuangan Aroeppala di Sulawesi Selatan 1931-1994
Hasil penelitian ini menunjukkan, latar belakang sosial dan pendidikan
Aroeppala memperlihatkan bahwa ia tumbuh dalam keluarga bangsawan
religius di Batangmata, Selayar. Pendidikan formalnya di Volkschool dan OSVIA
membentuk kemampuan administrasinya, sementara pendidikan nonformal
melalui madrasah, surau, dan tradisi keluarga menanamkan nilai Islam, etika,
dan tanggung jawab sosial. Kombinasi lingkungan adat dan religius ini menjadi
dasar karakter kepemimpinannya. Selanjutnya peran perjuangan Aroeppala
dalam sejarah lokal dan nasional. Ia aktif sejak masa kolonial, revolusi
kemerdekaan, hingga awal Orde Lama. Aroeppala berperan sebagai penengah
antara elite adat dan pemuda revolusioner, menjaga stabilitas daerah saat
ancaman NICA, dan dipercaya memegang berbagai jabatan administratif
hingga menjadi anggota DPR-GR. Melalui posisi-posisi tersebut ia
memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir dan kepulauan. Kemudian,
pencapaiannya di Sulawesi Selatan menunjukkan kontribusinya dalam
memperkuat pemerintahan daerah. Ia berhasil memulihkan administrasi
pascakonflik, menegakkan kembali otoritas negara, dan menata birokrasi di
wilayah-wilayah rawan seperti Maros, Luwu, dan daerah swatantra Makassar.
Puncak kiprahnya tampak ketika memimpin Kota Makassar (1960–1965)
melalui reformasi administrasi, peningkatan pelayanan publik, dan
pembangunan fisik kota. Secara keseluruhan, kepemimpinannya mendorong
stabilitas, efisiensi, dan modernisasi pemerintahan daerah, serta memberi
fondasi penting bagi perkembangan Sulawesi Selatan.
Tidak tersedia versi lain