Buku Non Teknik
Sejarah Perkembangan Aliran Teologi Mu’tazilah di Bashrah (723-862 M)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Sebelum kehadiran aliran
teologi Mu’tazilah, Bashrah telah dikenal sebagai wilayah potensial Islam
sebagai pusat militer persiapan perluasan wilayah Islam, serta pusat
perdagangan dan intelektual yang sangat strategis. Wilayah yang sangat
strategis, telah menghadirkan beragam bentuk paham dan kebudayaan. Hal
tersebut menjadi faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan
pemahaman dalam Islam, bahkan sebelum kehadiran aliran teologi
Mu’tazilah. (2) Teologi Mu’tazilah hadir atas kritik terhadap teologi jabariyah
sebagai legitimasi terhadap pemerintahan Umayyah yang telah menyeleweng
sebagai pemimpin. Hingga akhirnya, perkembangan aliran teologi Mu’tazilah
mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Abbasiyah, tepatnya
dibawah kekuasaan Khalifah al-Ma’mun. Keberhasilan perkembangan aliran
teologi Mu’tazilah ini sangat berdampak terhadap perkembangan filsafat
Islam dan logika serta sistem teologi rasional yang sistematis. Keberhasilan
tersebut tidak hanya sebatas di wilayah Baghdad saja, namun juga
berdampak terhadap perkembangan pemikiran kalangan intelektual muslim
seperti Ibn Sina dan al-Kindi yang merupakan tokoh-tokoh pemikir besar
dalam Islam. (3) Dampak yang ditimbulkan dari perkembangan aliran teologi
Mu’tazilah terhadap kehidupan masyarakat ialah diterapkannya kebijakan
mihnah, dengan mengharuskan pengakuan kepada seluruh pemerintah
Bashrah untuk mengakui eksistensi teologi Mu’tazilah. Hal
Tidak tersedia versi lain