Buku Non Teknik
Pengaruh Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia pada Masyarakat di Distrik Bulukumba Towa (1953-1961)
Penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) keberadaan Bulukumba Towa
sebagai entitas politik dan geogra�is dapat terlacak hingga ke abad ke-16,
sebagai dalam catatan kerajaan Gowa. Wilayah itu lalu diambil alih oleh
Belanda, hingga pada kedatangan Jepang dan kemerdekaan Indonesia; 2)
keberadaan DI/TII di distrik Bulukumba Towa telah bermula sejak masih
berbentuk TKR. Berikutnya, kekuatan DI/TII meningkat hingga mereka
mampu mematok batas wilayah mereka sendiri dari wilayah Republik. Di
dalam wilayah pedalaman yang dikuasainya, mereka membangun badan-
badan pemerintahan sipil, menerapkan syariat Islam dengan keras, berupaya
menguatkan ekonomi dengan menerapkan demarkasi dan mata uang sendiri,
mengadakan pendidikan – utamanya pendidikan agama, dan lain-lain. Kepada
wilayah kota kekuasaan Tentara dan Republik, DI/TII melakukan segala
macam gangguan-gangguan. Tentara menghadapi DI/TII dengan melakukan
operasi-operasi dan patroli-patroli, yang ditanggapi DI/TII – yang secara
umum inferior dalam persenjataan – dengan taktik gerilya, mundur dari
pertempuran, dan mengawasi wilayah mereka dengan cara patroli; dan 3)
pertikaian politik tersebut mengakibatkan berbagai penderitaan bagi
masyarakat, seperti pembunuhan, perpecahan sesama masyarakat,
pengungsian, kelumpuhan pendidikan dan ekonomi, perlakuan Tentara 710,
dan lain sebagainya. Masyarakat pedalaman merasakan penghapusan strata
sosial; pendidikan agama; dan penerapan syariat Islam dengan keras.
Tidak tersedia versi lain