Buku Non Teknik
: Peran Pustakawan Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di SDN 77 Rante Lemo Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kondisi minat baca siswa masih
belum berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran
siswa akan pentingnya membaca, kecenderungan mereka lebih memilih
bermain, serta kondisi perpustakaan yang belum memadai dan belum dikelola
secara optimal. Perpustakaan belum mampu menarik minat siswa sebagai
pusat literasi, sehingga diperlukan pembenahan fasilitas, pengelolaan, dan
program yang lebih inovatif untuk menumbuhkan budaya membaca di
kalangan siswa. Peran pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa di
SDN 77 Rante Lemo. Hal ini dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh pihak
perpustakaan dalam upaya meningkatkan minat baca siswa belum terlaksana
dengan baik, akibat kurangnya perhatian dari pihak sekolah maupun dari
siswa itu sendiri. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas membaca di
perpustakaan menjadi kurang optimal dan berdampak pada rendahnya
budaya literasi di lingkungan sekolah. Kendala-kendala yang dihadapi
pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa di SDN 77 Rante Lemo
adalah kurangnya minat siswa untuk membaca, keterbatasan waktu istirahat,
sarana dan prasarana yang kurang memadai seperti ruang yang terbatas, tidak
tersedianya kursi dan meja baca serta pengaruh teknologi yang membuat
siswa cenderung lebih memilih hiburan digital.
Tidak tersedia versi lain