Buku Non Teknik
Syekh Abd al-Rauf al-Singkili: Pelopor Intelektual Islam di Aceh Abad XVII M
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, Syekh Abd al-Rauf
al-Singkili merupakan ulama yang berasal dari Aceh dan terlahir dari keluarga
yang berpengaruh dalam bidang pendidikan Islam, Ia memulai pendidikan
dasarnya dari ayahnya yaitu Syekh Ali al-Fansuri yang memiliki lembaga
pendidikan dayah di daerahnya yang kemudian mengantarnya untuk
menempuh pendidikan di wilayah Timur Tengah termasuk Doha, Yaman,
hingga ke Mekkah dan Madinah selama kurang lebih 19 tahun untuk
memperdalam keilmuannya. Wafat pada tahun 1693 di usia 78 tahun,
dimakamkan di Banda Aceh dan menjadi tempat wisata religi umat Muslim
hingga saat ini. Kedua, setelah kembali ke Aceh menempuh pendidikan di
Timur Tengah selama 19 tahun lamanya, Ia di angkat menjadi Mufti kerajaan
Aceh yang pada saat itu di pimpin oleh Sultanah Safiatuddin Syah sehingga Ia
memiliki otoritas dalam memberikan fatwa dan menjadi rujukan dalam
berbagai persoalan keagamaan sehingga ajaran yang Ia sampaikan memiliki
legitimasi yang kuat dimata masyarakat. Selain itu, Ia juga berupaya dalam
mengajarkan dan mendakwahkan tasawuf secara seimbang dengan
mengintegrasikan aspek syariat dan tasawuf. Ketiga, Ia menjadikan penulisan
karya ilmiah sebagai bagian dari pengajaran sehingga Ia menciptakan banyak
karya tulis salah satunya yaitu Tarjuman al-Mustafid yang merupakan karya
tafsir al-Qur’an pertama di Nusantara yang berbahasa Melayu, Mir’at at-Tullab
fi Tahsil Ma’rifat Ahkam ash-Shar’iyyah yang merupakan karya fiqh, Syarh
Lathif ‘ala Arbain Haditsan lil al-Imam al-Nawawi, Mawa'izhul Badi'ah yang
merupakan karya dalam bidang hadits dan melahirkan murid-murid yang juga
menjadi ulama seperti Burhanuddin Ulukan, Abdul al-Muhyi dan Abd al-Malik
bin Abdullah yang kemudian melanjutkan dakwah dan metode pengajarannya
ke berbagai wilayah di Nusantara hingga Malaysia.
Tidak tersedia versi lain