Buku Non Teknik
ISLAMISASI KERAJAAN MARUSU ABAD XVII M
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, sebelum
kedatangan Islam, masyarakat kerajaan Marusu masih menganut kepercayaan
lokal yang dipengaruhi oleh tradisi dan adat istiadat setempat. Kedua,proses
Islamisasi di Kerajaan Marusu berlangsung secara relative damai. Hal ini tidak
tterlepas dari hubungan era tantara kerajaan Marusu dan Gowa yang telah
terjalin jauh sebelum Gowa menerima Islam. Hubungan tersebut dapat dilihat
pada perjanjian persahabatan antara raja pertama Marusu yaitu Karaeng Loe
ri Pakere dengan raja Gowa. Raja Marusu juga pernah menyelamatkan raja
Gowa dari kepungan kerajaan Bone dan dari situlah jabatan Tumailalang di
krajaan Gowa senantiasa dijabat oleh kerajaan Marusu. Marusu juga beberapa
ali ikut ekspedisi kerajaan Gowa dalam menaklukkan beberapa wilayah. Pada
tahun 1605 ketika kerajaan Gowa secara resmi menerima Islam, Karaeng
Angsakayai Binangaya ri Marusu yang merupakan Raja VIII Marusu dan juga
menjabat sebagai Tumailalang Kerajaan Gowa turut menerima Islam. Ia
kemudian memperoleh gelar Sultan Muhammad Adam dari Dato’ ri Bandang
dan menjadi raja pertama Kerajaan Marusu yang memeluk Islam. Ketiga,
pengaruh Islamisasi di kerajaan Marusu yaitu terbentuk Lembaga keagamaan
yang mengatur pelaksanaan ajaran Islam, diintegrasikannya Islam ke dalam
tata Kelola pemerintahan identitas politik kerajaan dan adanya proses
penyesuaian antara ajaran Islam dengan kebudayaan masyarakat setempat.
Tidak tersedia versi lain