Perpustakaan FAH UIN Alauddin

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Islamisasi kerajaan Tello Limpoe abad XVII (studi sejarah dan budaya)
Penanda Bagikan

SKRIPSI

Islamisasi kerajaan Tello Limpoe abad XVII (studi sejarah dan budaya)

Nurifani Khaerunnisa - Nama Orang;

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerajaan Tellu Limpoe meliputi tiga buah kerajaan yang mempunyai perserikatan, yaitu kerajaan Tondong, kerajaan Bulo-Bulo, dan kerajaan Lamatti dimana awal berdirinya kerajaan-kerajaan ini tak lepaas dari peran To Manurung. Kerajaan Tondong dan kerajaan Bulo-Bulo adalah kerajaan yang di dirikan oleh La Patongai yang di beri gelar Timpa e Tana. la kemudian menikah dengan Puatta Rampala yang kemudian keturunannya lah yang menjadi raja di kerajaan Tellu Limpoe. Sebelum datangnya Islam, kepercayaan yang di anut masyarakat Kerajaan Tellu Limpoe ialah religio-magis yang berhubungan dengan wujud gaib dan juga kepercayaan nenek moyang tentang keberadaab roh-roh yang menempati tempat atau lokasi tertentu. Masuknya islam di kerajaan ini di beasal dari tiga arah. Pertama, dari arah Timur -daerah Dato ri Tiro Bulukkumba. Kedua, dari arah Barat Dato' ri Bandang, tepatnya dari kerajaan Gowa. Ketiga, dari arah Utara yakni kedatangan Laming (Wali Pute) dari Bone ke kerajaan Lamatti. Penyebaran islam pun di lakukan dengan mengislamkan raja terlebih dahulu karena jika raja memeluk islam, otomatis rakyat kerajaan tersebut akan memeluk agama Islam iuga Islam di Kerajaan Tellu Limpoe berkembang cukup baik karena masyarakat menganggap ni sebuah kebaikan sehingga mereka tertarik memepelajarinya. Nilai-nilai Islampun berangsur-angsur masuk ke dalam adat istiadat yang ada di kerajaan Tellulimpoe seperti sunat dan barasanji. Selain itu, Islam juga di kembangkan melauli pendidikan yang di lakukan para ulam di masjid maupun tempat lain dengan menyampaikan keislaman yang lebih mendalam lagi seperti shalat, puasa, berudhu dan lainnya.


Ketersediaan
#
Perpustakaan FAH UIN Alauddin (BSI 2020) SKI 2020 NUR i
SKR-2021-0050
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKI 2020 NUR i
Penerbit
Makassar : Fak. Adab & Humaniora UIN Alauddin., 2020
Deskripsi Fisik
ii, 60 hlm.: 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SKI 2020
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Islam -- Sejarah
Kerajaan tellu limpoe
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FAH UIN Alauddin
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?