/var/www/fah/app/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Tradisi%" ]
Skripsi ini membahas mengenai tradisi laha pattaungan dalam rana wilayah lokal yaitu Kabupaten Sinjai sebagai suatu upaya menggali dan menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal dalam pembentukan karakter dan identitas suatu daerah. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini ada 3 (tiga) hal yaitu: 1. Bagaimana eksistensi tradisi Laha Pattaungan di Dusun Magala Desa Bonto Salama Kecamatan …
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi a’mata-mata leko’ merupakan tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Tradisi a’mata-mata leko’ yaitu tradisi yang dilakukan pada saat upacara pernikahan. Tradisi ini dilaksanakan pada malam hari 1 hari sebelum akad pernikahan dilaksanakan. tradisi ini dilakukan oleh keluarga mempelai pria, pelaksanaan tradisi a’mata- mata leko’ me…
Adapun hasil penelitian Pertama, eksistensi tradisi mappano tallo tetap kuat karena dianggap sebagai identitas leluhur dan memiliki fungsi sosial penting sebagai perekat hubungan kekeluargaan serta menjaga keseimbangan relasi spiritual antara manusia dan kembarannya. Masyarakat memaknainya sebagai kewajiban adat yang tidak boleh ditinggalkan. Kedua, proses pelaksanaan ritual dimulai dengan…
Hasil penelitian ini menunjukkan Pertama bahwa: sejarah awal mula tradisi mangpupellao di Desa Batu Ke’de tidak diketahui secara pasti karna tidak adanya sumber tertulis dan haya diwariskan secara turun temurun melalui tradisi lisan masyarakat. Kedua Proses pelaksanaanya di mulai pada malam ketiga dan ketuju, kemudian dilanjut pada malam ke-40 yang menjadi puncak acara, yang dibagi dalam…
Buku Menyingkap Tradisi Intelektual Islam dalam Naskah Lontara karya Nurkhalis A. Ghaffar mengkaji secara mendalam warisan literasi dan pemikiran Keislaman yang tersimpan dalam manuskrip kuno Lontara di Sulawesi Selatan. Penulis membedah bagaimana masyarakat Bugis-Makassar menginternalisasi nilai-nilai, hukum, etika, dan teologi Islam ke dalam tradisi tulis lokal. Melalui pendekatan filologi da…
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, masyarakat Jawa di Desa Wonorejo merupakan transmigran yang datang sejak tahun 1950-an untuk mencari kehidupan yang lebih baik dengan tetap membawa warisan budaya leluhur. Kedua, budaya Jawa yang masih dilestarikan meliputi tradisi Mitoni, Sepasaran, Takir Plontang, slametan pada berbagai siklus kehidupan, gotong royong, dan penggunaan bahas…
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama tradisi Maccelleng-celleng sudah ada sejak dahulu kala dan masih terlaksana hingga saat ini, walaupun dalam proses pelaksanaanya mulai banyak pergeseran yang terjadi. Pergeseran tersebut tidak terlepas dari modernisasi yang lambat laun membawa manusia pada era yang lebih maju. Kedua prosesi berlangsungnya tradisi Maccelleng-celleng ter…
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, Tradisi Mappeca Sura merupakan warisan budaya masyarakat bugis yang dilaksanakan setiap 10 Muharram sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai keagamaan dan kearifan lokal. Kedua, pada proses pelaksanaan orang- orang berkumpul di lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti masjid, atau rumah warga yang telah di pilih untuk me…
Buku ini membahas tentang pribahasa lisan masyarakat sulawesi selatan meliputi itenrigau, lapalaga, lapatunru, la bungko-bungko, si dungu, yatim piatu, si curang dan si jujur, buah delima, kelelawar, kerbau belang, buaya dan kerbau, burung gelatik, petani dan ternaknya, perempuan baik, anak shaleh, rejeki di tangan Tuhan, suratan takdir.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa puisi ghazal Ahmad Syauqi memiliki ciri khas penting. Ia memadukan tradisi klasik dengan nuansa emosional dan pesan moral baru. Puisinya menampilkan bahasa lembut, citraan indah, irama seimbang, dan ketulusan perasaan, sehingga memperbarui ghazal Arab di era modern.