Text
Tradisi Upacara Adat Mappogau Hanua di Desa Kanrung Kecamatan Sinjai Tengah Kabupuaten Sinjai
Hasil penelitian menunjukkan bahwa. 1.) Mappogau Hanua adalah “Pesta kampung” yang merupakan suatu adat yang mengungkapkan rasa syukur masyarakat terhadap hasil pertanian dan perkebunan. Tradisi upacara adat Mappogau Hanua ini diturunkan dari generasi ke generasi oleh masyarakat desa Kanrung. Sebelum Islam datang masyarakat Kanrung masih mempercayai keyakinan dinamisme atau roh-roh nenek moyang. Setelah kedatangan Islam di Kabupaten Sinjai pada tahun 1907, Sebagian masyarakat sudah tidak mempercayai keyakinan dinamisme tersebut. namun masyarakat tetap ikut serta dalam pelaksanaan tradisi tersebut sebagai bentuk menghormati adat. 2.) Prosesi upacara adat Mappogau Hanua merupakan bentuk ke syukuran kepada Tuhan atas limpahan rezeki diperoleh dan sudah menjadi tradisi masyarakat. Adapun beberapa tahapan dalam melakukan prosesi tersebut, yang pertama Mubbahang ( Musyawarah ), kedua Mappatoa dan Mattompang Arajang ( Permohonan Izin dan Membersihkan tempat atau benda-benda suci ). ketiga Menre Bulu ( Mendaki ke puncak bukit ). ke empat Ziarah Kubur Mula-Mulae ( Ziarah ke kuburan pertama ), selanjutnya Mangngere Sapi atau Tedong (Menyembelih sapi atau kerbau), kemudian Ma'rumatang Ota (mengunyah ). kemudian Ma Nangaru atau ( Pengucapan Sumpah Ikrar kesetiaan ), dan yang terakhir adalah acara Ritual. 3.) Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi upacara adat Mappogau Hanua ada 3 yang pertama nilai religi, kedua nilai sosial, dan yang terakhir adalah nilai seni.
No other version available