Text
Bahasa Agama, Gender, dan Tradisi Lokal : Tindak Tutur bahasa Mubaligah di Makassar
penelitian ini membahas tentang Pertama, kemunculan muballigah di pang: Uang publik termasuk di podium masjid mengundang berbagai respon 13 beragam. Ada yang menolak, ada yang biasa-biasa saja, dan ada pula angat mendukung. Hal ini lebih banyak dilatarbelakangi oleh cara pandang #hadap peran perempuan di ruang publik. Isu gender bagi masyarakat Kota Makassar lebih banyak dipengaruhi oleh latar belakang kesukuan dan budaya gereka. Ujaran yang dituturkan muballigh perempuan (muballigah) di Makassar sampai saat ini terbilang menghadirkan kesejukan bagi masyarakat. fdak ditemukan adanya konflik dan permusuhan yang terjadi antar tlompok masyarakat akibat ceramah yang disampaikan oleh para muballigah. Bahkan muballigah lebih sensitif dengan isu-isu mutakhir yang berpotensi menndatangkan kegaduhan. Kedua, kehadiran muballigah dapat krteriama dengan baik dan efektif apabila mampu memahami latar belakang vdaya masyarakat audiensnya (jamaahnya). Hubungan antara pilihan bahasa lengan ekspresi keberagamaan dalam menyampaikan ceramah agama itu angat erat. Budaya dan bahasa, serta agama memiliki relasi yang sangat kuat. Bahkan bahasa merupakan bagian dari budaya Budaya juga tidak bisa Memisahkan dengan agama dan sebaliknya juga agama tidak dapat Melepaskan diri dari budaya sebab manusia merupakan makhluk berbeudaya Yang memiliki potensi religius secara fitrawi. Ketiga, respon jamaah atas kemunculan para muballigah itu beragam, tetapi secara umum menunjukkan lukungan positif. Beberapa masjid yang sangat strategis yang menjadi fokus perhatian dalam penelitian menunjukkan bahwa kehadiran muballigah dalam
No other version available