Text
Pembentukan Nilai-Nilai Islam dengan Budaya Lokal dalam Ritual Asyura di Desa Pallantikang Kec. Pattalassang Kab. Gowa
Penelitian membahasa bahwa tradisi sepuluh Muharram (asyurah) memiliki keterkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa kenabian, termasuk peristiwa tragis yang menimpah cucu Rasulullah Saw. (Husain bin Ali) di Karbala pada tanggal sepuluh Muharram. Ritual sepuluh Muharram (asyura) yang dikembangkan di Indonesia merupakan hasil kontak antara muballig-muballig dari Persia dengan masvarakat Nusantara pada abad ke 13. Beberapa bukti arkeologi atau peninggalan-peninggalan yang diindikasikan sebagai hasil pengaruh budaya-budaya Persia di Indonesia. Khususnya di desa Pallamuikang, tradisi sepuluh Muharram (asvura) dikaitkan dengan suatu penstiwa besar (musibah yang terjadi sehingga masyarakat merasa takut dan berusaha untuk menolak musibah tersebut dengan melakukan sebuah ritual tolak bala (songka bala). Setelah itu Islam datang, lalu mereka membaurkan antara kepercayaan leluhurnya dengan ajaran-ajaran Islam yang dicrima.
No other version available