Text
Literasi Keagamaan Santri Ma'had Aly di Sulawesi Selatan Dalam Uapaya Penguatan Moderasi Beragama Kontra Terorisme
Peneliti dapat werark kesimpulan sebagai berikut:
1. Literasi keagamaan di pesantren dan Ma'had Aly bukan hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis teks-teks berbahasa arab, namun dimaksudkan sebagai upaya serius untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dapat membuat seorang santri atau mahasantri memiliki kemampuan berpikir kritis, kontekstual, mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu mengembangkan potensi serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Ma'had Aly di Sulawesi Selatan menitik beratkan perkuliahannya pada kegiatan mengkaji, menelaah dan membaca tuntas kitab-kitab kuning. Dengan kata lain, belajar sampai khatam. Namun, sebagai lembaga pendidikan tinggi (higher education), Secara khusus, baik di Ma'had Aly PP As'adiyah dan PP DDI Mangkoso, ada dua metode yang berkembang di lingkungan pesantren terkait cara mempelajari kitab kuning, yaitu metode sorogan dan metode bandongan, baik di pesantren tingkat menengah (program PDF dan Pendidikan Salafiyah) maupun di tingkat Ma'had Aly. Selain kedua metode tersebut, ada juga dikembangkan metode musyawaroh, jalsah (diskusi partisipatoris) dan halagoh (seminar).
No other version available