Text
Dinamika Kehidupan Masyarakat Sawitto Pasca Ekpedisi Militer Belanda Tahun 1905-1906
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, sebelum ekspedisi,
masyarakat Bugis Sawitto dikenal aktif dalam perdagangan dan pertanian,
terutama budidaya padi. Kedatuan Sawitto berkembang pesat di bawah
pemerintahan Raja La Paleteang dan membentuk Persekutuan Lima
Ajattappareng, yang memberikan mereka status berpengaruh dalam
Konfederasi Ajatappareng. Kedua, proses ekspedisi Belanda dimulai dengan
perselisihan internal di Jampue pada tahun 1905, yang kemudian melibatkan
campur tangan Belanda, memicu konflik dengan kerajaan-kerajaan di
Ajatappareng, termasuk Sawitto. Meskipun Sawitto memberikan perlawanan
sengit terhadap pasukan Belanda di bawah kepemimpinan La Tamma dan La
Sinrang, pemerintah kolonial berhasil menguasainya. Ketiga, pasca ekspedisi,
transformasi signifikan terjadi di Sawitto. Pemerintahan kerajaan dihapuskan,
dan wilayahnya digabungkan ke dalam Afdeling Parepare oleh Belanda.
Meskipun simbol adat seperti addatuang tetap ada, pengaruhnya terbatas
dalam struktur pemerintahan baru di bawah kendali Belanda dan kemudian
pemerintahan Indonesia pasca-kemerdekaan.
No other version available