Text
Tradisi Accera Kalompoang di Balla Lompoa Kabupaten Gowa (Perspektif Sejarah)
Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwasanya: Pertama, Tradisi
Accera Kalompoang merupakan tradisi pencucian benda pusaka utama peninggalan
Kerajaan Gowa yang diperkirakan pertama kali dilaksanakan pada masa pemerintahan
Raja pertama Tumanurung Baineya yang dilakukan secara sederhana dan kental
dengan unsur-unsur kepercayaan leluhur. Setelah Butta Gowa menjadi Kerajaan Islam
pada masa pemerintahan Sultan Alauddin unsur-unsur Islam mulai dimasukkan pada
Accera Kalompoang, kemudian pelaksanaannya ditetapkan pada Hari Raya Idul Adha
oleh raja ke XV Sultan Malikussaid. Kedua, Prosesi Accera Kalompoang dilaksanakan
selama dua hari, dihari pertama dilakukan Allekka Je’ne (penjemputan air), Ammolong
Tedong (penyembelihan hewan kerbau), dan Appidalleki (persembahan sesajian). Di
hari kedua pada puncak ritual, yaitu hari raya Idul Adha setelah shalat dhuhur dilakukan
Allangngiri Annyossorok (pencucian benda-benda), Annittilik Cera’ (menorehkan
darah), dan Annimbang (penimbangan) benda-benda pusaka utama. Ketiga, Accera
Kalompoang dipercaya menjadi penentu kemakmuran masyarakat Gowa berdasarkan
berat atau ringannya hasil timbangan
No other version available