Buku ini menceritakan tentang kebudayaan Kalimantan barat sebuah provinsi yang memiliki keanekaragaman budaya dan keunikan tradisi yang eksotis.
Pada prinsipnya bahwa buku ini terinspirasi dari tuntutan era informasi, dimana dalam menata pemerintahan dan kemasyarakatan diharapkan terwujudnya good Govermance (pemerintahan yang baik) dengan prinsip transparasi, akuntabilatas, partisipasi masyarakat dan penegakan supremesi hukum.
Buku ini mencakup dan menjelaskan bagaimana budaya jawa serta menjelaskan mengenai perkembangan masyarakat modern.
Buku ini membahas mengenai manusia sebagai makhluk yang berfikir dan di bekali rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong untuk mengenal, memahami, dan menjelaskan hal yang bersifat alamiah, sosial dan budaya.
Buku ini berkaitan dengan materi yang dikaji dalam ilmu budaya dasar yang ditulis agar mahasiswa memiliki kepribadian yang sesuai denagn nilai-nilai luhur bangsa disamping memiliki ilmu pengetahuan budaya yang memadai.
Buku ini membahas mengenai ahli sejarah besar Arnold toynbee telah menyinggung tentang islam dan kebudayaan islam semua jilid enksiklopedia sejarahnya.juga kepada islam sebagai ideologi agama ia telah memberikan tempat nonjol didalam bukunya.
Ilmu sosial dan budaya dasar merupakan mata kuliah dasar umum atau MKDU yang memadukan berbagai disiplin dasar sebagai sarana awal di dalam memahami dan mengatasi realitas sosial seperti kerukunan dan kedamaian atau konflik dan kerusuhan lokal atau antar etnis
membahas tentang isu kebangkitan spiritualitas di abad 21 sudah menjadi hal klise yang sering mmancing antusiasme munculnya gerakan New Age, Filsafat Parenial, SQ, bahkan isu tentang titik temu sains dan agama, kerap dipandang sebagai isyarat kebangkitan tersebut. Indonesiapun tidak ketinggalan memeriahkan antusiasme isu kebangkitan spritualitas tersebut. salah satunya adalah proyek Islamisasi…
Buku ini merupakan perpaduan antara teori kecerdasan jamak dan aplikasinya dalam pembelajaran.
sesudah beberapa tahun pembangunan nasional berjalan dalam semangat rehabilitas dan stabilitas perekonomian nasional maka sekitar awal tahun 70-an timbul pemikiran diantara golongan cendekiawan, para ahli kebudayaan dan ilmu-ilmu sosial bahwa dalil-dalil ilmu ekonomi tidak mampu memecahkan masalah pembangunan secara menyeluruh karena hambatan dari faktor-faktor non-ekonomis.