Text
Islam Historis : Dinamika Studi Islam di Indonesia
Sudah begitu lama umat Islam terbelenggu oleh teks karena teks dinilai sebagai kebenaran itu sendiri. Akhirnya, “kebenaran” dianggap sebagai kebenaran, bukan sebagai pemahaman seseorang tentang kebenaran. Dalam hat ini, Islam diyakini sebagai kebenaran teks. Oleh sebab itu, ia menjadi beku, doktrinal, dan dogmatis; tidak mengenat perubahan alias absurd. Islam yang demikian semata mengagung-agungkan “kembali ke Qur’an Hadis. Bung Karno menyebutnya dengan istilah “hanya mengenal asapnya yang membumbung, bukan abunya yang esensial”. Di mana saja, Islam seperti itu, bukan dianggap sebagai pemahaman, tetapi take for granted yang mengklaim sebagai “kebenaran”, tanpa adanya dialektika dengan sejarah.
Islam historis berbeda dengan Islam dogmatis karena Islam historis menawarkan Islam sebagai sebuah pemahaman yang di dalamnya melacak model-model pemahaman Islam, bukan lagi secara dogmatis. Secara khusus, Islam historis menawarkan gagasan berupa cara memahami Islam secara historis dalam banya kasus. Sungguh, ia memberikan energi perubahan terhadap Islam karena Islam dianggap dan dilihat sebagai gagasan yang “belum selesai”. la terus ditafsirkan oleh siapa pun yang berkepentingan dengannya. Karena itu, tafsirannya selalu berubah..BarangkaIi, jalan ‘inilahyang disukai oleh mereka yang gandrung akan perubahan.
No other version available